Featured

"Orang Pendek" bukan Sekedar Mitos.

- 2014
Akhir tahun 2014, saya ketika itu bepergian ke daerah Bengkulu. Ketika itu saya memilih jalan darat, karena selain lebih murah, perjalanan darat juga memberi suatu hal yang saya sebut sebagai "perjalanan yang sesungguhnya". Saat itu saya menggunakan jasa suv yang di jadikan travel.
 
Singkat cerita, saya memasuki perbatasan Lampung - Bengkulu melewati daerah bergunung dengan hutan lebat. Driver menyebut daerah ini dengan nama Hutan Lindung. Kemudian saya menyimpulkan bahwa kawasan ini sebenarnya adalah bagian dari kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Salah satu kawasan Taman Nasional terluas dan terkaya di bumi sumatera ini membentang dari Lampung hingga ke Bengkulu.
 
Seperti biasa, dalam perjalanan saya mengobrol bebas dengan penumpang lain dan driver tentunya sampai akhirnya masuk ke sebuah cerita yang di sampaikan Driver dengan logat khas bengkulu itu. "Dulu kalau saya lewat sini, sering banyak anak kecil pak". Anak kecil macam apa yang maen di hutan malam-malam, pikirku. dia melanjutkan, "anak-anak kecil yang kaki nya terbalik". Seketika itu saya langsung tau jika itu adalah Legenda dan Mitos sumatera bagian selatan, "Orang Pendek".
 
Namun, sayang sekali bahwa saya tidak melihat nya secara langsung, bahkan driver menuturkan bahwa mereka sudah tak menampakkan diri dalam beberapa tahun terakhir. Sayang sekali.
Apakah mereka punah? atau mereka hanya bersembunyi jauh ke dalam hutan? Apakah ada hubungannya dengan kerusakan hutan dan kebakaran hutan saat ini? Tidak ada yang tau.
 
- 2009
Saya saat itu menjabat sebagai ketua Kelompok Pemerhati Mamalia (KPM), saat itu sedang menjelaskan tentang pengamatan mamalia, saya lupa topik nya. Ketika itu, ada beberapa anggota KPM yang waktu itu baru pulang dari sebuah kegitan ekspedisi di Sumbagsel, dan tentunya bersinggungan dengan habitat orang pendek. Saya lalu menuturkan, bahwa makhluk legenda itu bisa saja setara Big Foot, hanya saja tidak terlalu terpublikasi sehingga kurang populer. Kemudian salah satu anggota menyela dengan mengatakan bahwa berdasarkan hasil diskusinya engan petugas Taman Nasional, orang pendek tak lebih dari sekedar mitos atau pun salah identifikasi. Kemudian disertai berbagai jawaban "ilmiah" lainnya yang disampaikan oleh petugas Taman Nasional.
 
Saya sebenarnya tidak puas, karena semkin ilmiah jawaban yang disampaikan, malah semakin jauh dari ciri-ciri orang pendek yang diceritakan oleeh masayarakat. Saya tidak yakin bahwa makhluk ini memang ditutup-tutupi atau memang tidak ada, tapi setidaknya seharusnya kita coba dengan pembuktian silang, agar kesan ilmiah yang di tampilkan menjadi tidak sia-sia.
 
- 2007
Saya adalah penggemar berat makhluk yang seolah berasal dari masa lalu seperti Badak, saya juga penggemar berat makhluk cryptid. Demi mendengan seorang teman baru yang berasa dari Bengkulu dan tinggal di dekat kawasan hutan, saya pun lalu bertanya tentang makhluk cryptid legendaris Bengkulu, "orang pendek".
 
"Iya !!!", ujarnya berseru. "Jadi kayak orang, badannya pendek, kakinya kebalik. trus dia juga cerdas, pernah ada tetangga yang ninggalin sabit dan karung sehabis mencari rumput pakan ternak, kemudian saat dia tinggalkan  tiba-tiba muncul orang pendek yang 'pinjam' sabit nya dan menyabit rumput di situ sampai bersih".
 
Oh wow....jawabku. kemudian kami terlibat diskusi seru mengenai orang pendek.
 
===== 
Tentu saja ini bukan sekedar mitos. Tentu ada sesuatu, makhluk apa sebenarnya orang pendek ini, tapi kita belum tau, dan mungkin tidak akan pernah tau.
 
Semoga saja nasibnya tidak seperti Hobbit Flores.

Comments

Popular Posts